Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Serta Perintah Berdakwah dan Memberi Peringatan

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Serta Perintah Berdakwah dan Memberi Peringatan

Ayat alquran tentang amar ma’ruf nahi mungkar dan perintah
berdakwah
– Istilah amar ma’ruf nahi mungkar seringkali kita dengar dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa arab, amar ma’ruf nahi mungkar berarti
mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari berbuat kemungkaran. Spirit dari
istilah ini adalah mengajak kepada diri sendiri dan juga orang lain untuk
melakukan hal-hal yang dipandang baik oleh agama. Sejalan dengan itu, mencegah
diri sendiri dan orang lain untuk tidak melakukan hal-hal yang dipandang buruk
oleh agama.

Agama islam sendiri menjadikan amar ma’ruf nahi mungkar
sebagai kewajiban dasar yang harus dijalankan oleh setiap muslim sesuai dengan
kadar kesanggupan masing-masing. Hal itu sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah
SAW dalam sebuah hadis, “Barang siapa di antara kalian melihat suatu
kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan (tindakan atau
kekuasaan)nya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka hendaklah ia
mengubahnya dengan lisannya. Barang siapa yang tidak mampu melaksanakannya,
maka hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya. Dan yang terakhir itu adalah
selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Dalam ayat-ayat alquran, perintah amar ma’ruf selalu
disandingkan dengan perintah nahi mungkar. Ini berarti bahwa mengajak kepada
kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, keduanya harus berjalan beriringan.
Allah SWT bahkan menjadikan amar ma’ruf nahi mungkar sebagai ciri dari umat
terbaik yang disebutkan dalam alquran (Q.S Al-Qur’an: 110).

ayat alquran tentang dakwah amar ma'ruf nahi mungkar

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Amar ma’ruf nahi mungkar harus dijadikan sebagai prinsip
bagi setiap muslim. Karena spirit ini yang akan menjadi kontrol dalam
mewujudkan terciptanya masyarakat yang beradab. Demikian pentingnya, sehingga
banyak sekali ayat-ayat alquran yang berbicara tentang amar ma’ruf nahi
mungkar.
Berikut ini beberapa ayat alquran tentang amar ma’ruf nahi
mungkar yang mendorong kita untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan dan
diiringi dengan usaha untuk mencegah perbuatan mungkar yang ada di sekeliling
kita. Sejalan dengan tema ini, kami sertakan pula ayat-ayat alquran yang
mendorong kita untuk berdakwah menyeru kepada agama Allah dan memberi
peringatan.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ
وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِوَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari
yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Ali Imran:
104)

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِوَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ
أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ
الْفَاسِقُونَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, (karena kamu) menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar,
dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik
bagi mereka. Sebagian di antara mereka ada orang-orang yang beriman, namun
kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. – (Q.S Ali Imran: 110)

لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ
يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ * يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِوَيُسَارِعُونَ
فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Mereka itu tidak seluruhnya sama. Di antara Ahli Kitab itu
ada golongan orang yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah di malam hari,
dan mereka (juga) bersujud (shalat). (113) Mereka beriman kepada Allah dan hari
akhir, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, serta
bersegera dalam mengerjakan berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang
shalih. (114) – (Q.S Ali Imran: 113-114)

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ
يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا
كَانُوا يَفْسُقُونَ

Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada
mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari berbuat keburukan dan
Kami timpakan siksaan yang keras kepada orang-orang yang berbuat dzalim
disebabkan mereka selalu berbuat fasik. – (Q.S Al-A’raf: 165)

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ
بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ
وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ
اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian
dari mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada
yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, menegakkan shalat, menunaikan
zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat
oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. – (Q.S
At-Taubah: 71)

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ
الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah,
memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh kepada
yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, serta memelihara hukum-hukum Allah.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman. – (Q.S
At-Taubah: 112)

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا
نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا
قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi
(ke medan perang). Mengapa sebagian orang dari setiap golongan di antara mereka
tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya ketika mereka telah kembali, agar mereka dapat
menjaga diri. – (Q.S At-Taubah: 122)

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) untuk berlaku adil dan
berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (kamu) dari
perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu
agar kamu dapat mengambil pelajaran. – (Q.S An-Nahl: 90)

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ
الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ
ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik pula.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat
dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang mendapat
petunjuk. – (Q.S An-Nahl: 125)

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ
وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Dan berilah peringatan kepada mereka tentang hari
penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam
kelalaian dan tidak beriman. – (Q.S Maryam: 39)

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

Dan perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat dan
sabar dalam menjalankannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang
memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang
yang bertakwa. – (Q.S Thaha: 132)

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا
الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ
وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi,
mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, serta menyuruh kepada yang makruf
dan mencegah dari yang mungkar. Dan hanya kepada Allah-lah segala urusan akan
dikembalikan. – (Q.S Al-Hajj: 41)

لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ
فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَإِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ

Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang
harus mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau
dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau
(Muhammad) benar-benar berada di jalan yang lurus. – (Q.S Al-Hajj: 67)

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا
كَبِيرًا

Maka janganlah engkau mentaati orang-orang kafir, dan
berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) perjuangan
yang besar. – (Q.S Al-Furqan: 52)

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad)
yang terdekat. – (Q.S As-Syuara: 214)

وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ
إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ * وَلَا يَصُدُّنَّكَ
عَنْ آيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلَا
تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Dan engkau (Muhammad) tidak pernah berharap agar Kitab
(Al-Qur’an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari
Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi
orang-orang kafir, (86) dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau
untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu,
dan serulah (manusia) agar (beriman) kepada Tuhanmu, dan janganlah engkau
termasuk orang-orang musyrik. (87) – (Q.S Al-Qasas: 86-87)

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي
هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ
إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan
dengan cara yang baik, kecuali terhadap orang-orang yang dzalim di antara
mereka, dan katakanlah, ”Kami beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan
kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah
satu, dan hanya kepada-Nya lah kami berserah diri.” – (Q.S Al-Ankabut: 46)

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ
وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ
الْأُمُورِ

Wahai anakku, tegakkanlah shalat dan perintahlah (manusia)
untuk berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan
bersabarlah terhadap musibah yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu
termasuk perkara yang penting. – (Q.S Luqman: 17)

Ayat-ayat Alquran Tentang Perintah Berdakwah Menyeru kepada
Agama Allah dan Memberi Peringatan

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُنْ فِي
مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ * وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ
أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan sungguh telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada
Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu untuk menerimanya (Al-Qur’an)
dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu sebagai petunjuk bagi Bani Israil. (23) Dan
Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk
dengan perintah Kami selama mereka sabar. Dan mereka itu meyakini ayat-ayat
Kami. (24) – (Q.S As-Sajdah: 23-24)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا
وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا * وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi
saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, (45) dan untuk menjadi
penyeru kepada (agama) Allah atas izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.
(46) – (Q.S Al-Ahzab: 45-46)

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ
وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sesungguhnya
aku termasuk orang-orang yang berserah diri”?. – (Q.S Fusshilat: 33)

فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا
تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ وَأُمِرْتُ
لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ
لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Karena itu, serulah (mereka untuk beriman) dan
beristiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa
nafsu mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah
dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan
Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu. Tidak (perlu) ada
pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita, dan
kepada-Nya lah (kita) kembali.” – (Q.S As-Syura: 15)

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ
الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى
قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan ingatlah ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad)
sekelompok jin yang mendengarkan Al-Qur’an, maka ketika mereka menghadiri
(pembacaan)nya mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!”. Maka
ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
– (Q.S Al-Ahqaf: 29)

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya
peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin. – (Q.S Adz-Dzariyat: 55)

فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ
وَلَا مَجْنُونٍ

Maka tetaplah memberi peringatan, karena dengan nikmat
Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang
gila. – (Q.S At-Thur: 29)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ
نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ
لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,
penjaganya adalah para malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada
Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan senantiasa
mengerjakan apa yang diperintahkan. – (Q.S At-Tahrim: 6)

قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا
أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan (tentang
hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi
peringatan yang menjelaskan.” – (Q.S Al-Mulk: 26)

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ
قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ *قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي
لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ * أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ * يَغْفِرْ
لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ
إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ * قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ
قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا * فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا * وَإِنِّي
كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا
ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا * ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ
جِهَارًا * ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan
perintah), “Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang kepada mereka adzab
yang pedih.” (1) Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku, Sesungguhnya aku ini seorang
pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (2) (yaitu) sembahlah Allah,
bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, (3) niscaya Dia mengampuni
sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai pada batas waktu yang
ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat
ditunda, seandainya kamu mengetahui.” (4) Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku,
sesungguhnya aku telah menyeru kepada kaumku siang dan malam, (5) akan tetapi
seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).
(6) Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau
mengampuni mereka, mereka memasukkan jari ke telinganya dan menutupkan bajunya
(ke wajahnya) dan mereka tetap (ingkar) dan sangat menyombongkan diri. (7) Lalu
sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan. (8) Kemudian aku
menyeru mereka secara  terbuka dan dengan
diam-diam, (9) – (Q.S Nuh: 1-9)

قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ
أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا * إِلَّا بَلَاغًا مِنَ اللَّهِ وَرِسَالَاتِهِ وَمَنْ
يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya tidak ada seorang pun
yang dapat melindungiku dari (adzab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat
berlindung selain dari-Nya. (22) (Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari
Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka
sesungguhnya dia akan mendapat azab neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya.” (23) – (Q.S Al-Jin: 22-23)

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ * قُمْ فَأَنْذِرْ

Wahai orang yang berkemul (berselimut), (1) bangunlah, lalu
berilah peringatan. (2) – (Q.S Al-Muddatsir: 1-2)

عَبَسَ وَتَوَلَّى * أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى * وَمَا
يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى * أَوْ يَذَّكَّرُفَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى * أَمَّا
مَنِ اسْتَغْنَى * فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى * وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى* وَأَمَّا
مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى * وَهُوَ يَخْشَى * فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى * كَلَّا إِنَّهَا
تَذْكِرَةٌ

Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, (1) karena
seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum). (2) Dan tahukah
engkau (Muhammad), barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), (3)
atau dia ingin mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya. (4)
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, (5) maka engkau melayaninya, (6)
padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
(7) Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran), (8) sedang dia takut (kepada Allah), (9) engkau malah
mengabaikannya. (10) Sekali-kali jangan (begitu). Sungguh, (ajaran-ajaran
Allah) itu suatu peringatan, (11) – (Q.S Abasa: 1-11)

فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى * سَيَذَّكَّرُ
مَنْ يَخْشَى * وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى

Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu
bermanfaat, (9) orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, (10)
sementara orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (11) – (Q.S
Al-A’la: 9-11)

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau
(Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. – (Q.S Al-Ghasiyah: 21)

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِوَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa, (1) Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian,
(2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling
menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. (3) – (Q.S Al-‘Ashr: 1-3)

Itulah beberapa ayat alquran tentang amar ma’ruf nahi
mungkar, perintah berdakwah dan memberi peringatan yang semoga bisa menjadi
motivasi bagi kita untuk terus berdakwah mengajak kepada kebaikan dan mencegah
perbuatan mungkar yang ada di sekeliling kita.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Serta Perintah Berdakwah dan Memberi Peringatan Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.