Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Memuliakan Tamu dan Berbagi Makanan

137 views

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Memuliakan Tamu dan Berbagi Makanan

Ayat alquran tentang memuliakan tamu dan berbagi makanan – Syariat
islam menaruh perhatian besar dalam urusan membina interaksi yang baik kepada
sesama manusia. Di antaranya adalah syariat tentang memuliakan tamu dan berbagi
makanan kepada yang membutuhkan. Ajaran islam memandang tamu sebagai orang yang
mulia dan memerintahkan umatnya untuk memperlakukan dengan baik orang yang
bertamu. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bahkan mengaitkan keimanan
seseorang dengan perintah memuliakan tamu, “Barang siapa yang mengaku
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR
Bukhari dan Muslim)
.

Dengan demikian, kesediaan untuk memuliakan tamu menjadi
salah satu pertanda akan komitmen seseorang terhadap syariat Islam. Selain itu,
orang yang memuliakan tamunya berarti telah meneladani akhlak para nabi dan
mempraktekkan tata krama orang-orang yang mulia. Begitu pun dengan kesediaan
untuk berbagi makanan kepada yang membutuhkan. Bukankah Allah secara tegas
menyebut orang yang enggan berbagi kepada kaum dhuafa sebagai pendusta agama?
(Q.S Al-Ma’un: 1-7).
Memuliakan tamu bisa ditampilkan dalam bentuk menyambut
kedatangannya dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan, menunjukkan raut muka
yang menyenangkan dan membicarakan hal-hal yang baik dengannya. Selain itu,
memuliakan tamu juga bisa diwujudkan dengan menempatkannya di tempat yang baik,
melayani dan menyiapkan makan minum serta keperluannya. Imam Ghazali berkata,
“Setiap kali seseorang datang menemuimu, maka sediakanlah keperluannya dan
persiapkan dirimu untuk menjamunya. Namun, jika kamu datang bertamu menemui
seseorang, janganlah merepotkan tuan rumah.”
Ayat alquran tentang memuliakan tamu dan berbagi makanan

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Memuliakan Tamu dan
Memberi Makan kepada Orang yang Membutuhkan

Dalam ayat-ayat alquran, persoalan tentang bagaimana
bersikap terhadap tamu juga bisa kita temukan. Sejumlah ayat menampilkan
contoh-contoh kasus tentang bagaimana memuliakan orang yang bertamu. Sementara
soal berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan, ada begitu banyak ayat-ayat
alquran yang membahasnya. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang memuliakan
tamu dan memberi makan kepada yang membutuhkan.

وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى
قَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

Dan sungguh telah datang para utusan Kami (para malaikat)
kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia
(Ibrahim) pun menjawab, “Selamat (atas kamu).” Maka tidak lama kemudian Ibrahim
menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. – (Q.S Hud: 69)

وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ
كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ
لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ

Dan segera datang kaumnya kepadanya (Luth). Dan sejak dahulu
mereka selalu melakukan perbuatan keji. Luth berkata, “Wahai kaumku, Inilah
putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan
janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antara
kamu orang yang pandai?” – (Q.S Hud: 78)

وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِنْ مِصْرَ لِامْرَأَتِهِ
أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا
لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَاللَّهُ غَالِبٌ
عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya,”
Berikanlah tempat (dan layanan) yang baik kepadanya, mudah-mudahan dia membawa
manfaat bagi kita atau kita angkat dia sebagai anak.” Dan demikianlah Kami
berikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami
mengajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya,
tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. – (Q.S Yusuf: 21)

وَجَاءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ
وَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ * وَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُونِي بِأَخٍ
لَكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka
masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenali mereka, sedang mereka tidak
lagi mengenalinya. (58) Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk
mereka, dia berkata, “Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu
(Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku
adalah penerima tamu yang terbaik? (59) – (Q.S Yusuf: 58-59)

وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ * قَالَ
إِنَّ هَؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ *وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan penuh
kegembiraan (karena kedatangan tamu itu). (67) Dia (Luth) berkata,
“Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka jangan kamu permalukan aku, (68)
Bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” (69) – (Q.S
Al-Hijr: 67-69)

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا
وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ * لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ
لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ
مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka
akan mendatangimu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang
kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. (27) Agar mereka
menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah
pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah diberikan-Nya
kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan
berikanlah (sebagian lagi) untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.
(28) – (Q.S Al-Hajj: 27-28)

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ
جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا
لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ * لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا
وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا
اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Dan Kami jadikan unta-unta itu untukmu sebagai bagian dari
syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama
Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri dan kaki-kaki
telah terikat. Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya
dan berilah makan kepada orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya
(tidak meminta-minta) dan kepada orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan
(unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur. (36) Daging (hewan kurban) dan
darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai
kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah
kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (37) – (Q.S Al-Hajj: 36-37)

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ
* إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ * فَرَاغَ
إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ * فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah tentang tamu
Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (24) (Ingatlah) ketika mereka
masuk ke tempatnya lalu mengucapkan “Salam”, Ibrahim pun menjawab, “Salam”.
(Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya. (25) Maka diam-diam dia
(Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian datang membawa daging anak sapi
gemuk (yang dibakar), (26) lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak
mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan?” (27) – (Q.S
Ad-Dzariyat: 24-27)

وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ
قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً
مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ
يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah
dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai
orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam
hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka
mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan.
Dan siapa yang dirinya terjaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang
yang beruntung. – (Q.S Al-Hasyr: 9)

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا
وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ
جَزَاءً وَلَا شُكُورًا * إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
*فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا * وَجَزَاهُمْ
بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

Dan mereka memberikan makanan kesukaannya kepada orang
miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (sambil berkata), “Sesungguhnya
kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah,
kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sesungguhnya
kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam
penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu,
dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi
balasan surga dan (pakaian) sutera kepada mereka karena kesabarannya. (12) –
(Q.S Al-Insan: 8-12)

كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ * وَلَا تَحَاضُّونَ
عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Sekali-kali tidak, Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
(17) dan kamu tidak saling mengajak untuk memberi makan kepada orang miskin,
(18) – (Q.S Al-Fajr: 17-18)

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ * فَكُّ رَقَبَةٍ
* أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ * يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ * أَوْ مِسْكِينًا
ذَا مَتْرَبَةٍ * ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا
بِالْمَرْحَمَةِ * أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
(12) (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), (13) atau memberi makan pada
hari terjadi kelaparan, (14) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,
(15) atau orang miskin yang sangat fakir. (16) Kemudian dia termasuk
orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan
untuk berkasih sayang. (17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling
berpesan itu) adalah golongan kanan. (18) – (Q.S Al-Balad: 12-18)

Itulah beberapa ayat alquran tentang memuliakan tamu dan
berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan. Semoga bisa menjadi nasehat bagi
kita untuk senantiasa meningkatkan solidaritas serta menjalin interaksi yang
baik kepada sesama manusia, khususnya dalam hal memuliakan tamu.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Memuliakan Tamu dan Berbagi Makanan Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.