Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Musyawarah

118 views

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Musyawarah

Ayat alquran tentang musyawarah – Perbedaan pendapat atau
sudut pandang dalam melihat suatu persoalan kerap kali terjadi dalam kehidupan
sehari-hari di masyarakat. Bahkan, Tak jarang kita jumpai perbedaan pendapat
tersebut yang berujung dengan permusuhan. Padahal, semua itu bisa diselesaikan
dengan baik secara kekeluargaan, yakni dengan musyawarah.

Musyawarah adalah cara yang sangat mulia dalam menyikapi
suatu persoalan. Karena dengan cara bermusyawarah ini, selisih paham dan
pendapat dapat diselesaikan dengan hasil keputusan yang baik serta tidak
merugikan pihak manapun. Bermusyawarah bisa dilakukan di mana saja, mulai dari
lingkup kehidupan rumah tangga, dalam kehidupan sosial bermasyarakat, hingga di
tempat kerja.
Rasulullah SAW sendiri begitu menyukai musyawarah. Setiap
kali menghadapi perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan para sahabat,
Rasulullah senantiasa menyelesaikannya dengan jalan musyawarah. Meski memiliki
kewenangan untuk memutuskan, tapi Rasulullah tidak pernah mengabaikan
pertimbangan saran dan masukan dari para sahabat.

ayat alquran tentang musyawarah

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Musyawarah

Sebagai seorang muslim, kita perlu meniru cara hidup
Rasulullah SAW dalam bermusyawarah, karena beliaulah suri tauladan terbaik yang
paling layak dijadikan sebagai panutan dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Berikut ini beberapa ayat alquran tentang musyawarah yang ada di sejumlah surat
dalam alquran. Memuat tentang contoh-contoh musyawarah yang terjadi dalam
beragam konteks.

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ
حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى
الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ
نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ
بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ
تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ
تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا
آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا
تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua
tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban bagi ayah
adalah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang
tidak dibebani melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Janganlah seorang ibu
menderita karena anaknya, dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena
anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin
menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada
dosa bagi keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain,
maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut.
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat terhadap apa
yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Baqarah: 233)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ
عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ
فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka berkat rahmat Allah lah engkau (Muhammad) berlaku lemah
lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu, maafkanlah
mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka
dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang
bertawakal. – (Q.S Ali Imran: 159)

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ
لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ
* قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Dan raja berkata, “Hadirkan dia (Yusuf) ke hadapanku, agar
aku memilihnya (sebagai orang yang dekat) kepadaku.” Ketika dia (raja) telah
bercakap-cakap dengannya, dia (raja) berkata, “Sesungguhnya mulai hari ini kamu
menjadi seorang yang berkedudukan tinggi dan dipercaya di lingkungan kami.”
(54) Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku sebagai bendaharawan negeri (Mesir);
karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.”
(55) – (Q.S Yusuf: 54-55)

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ
إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ * إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ *
قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِي فِي أَمْرِي مَا كُنْتُ قَاطِعَةً
أَمْرًا حَتَّى تَشْهَدُونِ * قَالُوا نَحْنُ أُولُو قُوَّةٍ وَأُولُو بَأْسٍ
شَدِيدٍ وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ فَانْظُرِي مَاذَا تَأْمُرِينَ * قَالَتْ إِنَّ
الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا
أَذِلَّةً وَكَذَلِكَ يَفْعَلُونَ * وَإِنِّي مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ
فَنَاظِرَةٌ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُونَ

Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar, sesungguhnya
telah sampai kepadaku sebuah surat yang mulia.” (29) Sesungguhnya surat itu
dari Sulaiman yang isinya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, (30) janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah
kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (31) Dia (Balqis) berkata,
“Wahai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini). Belum
pernah aku memutuskan suatu perkara sebelum kalian hadir dalam majelis(ku).”
(32) Mereka menjawab, “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa,
akan tetapi keputusan berada di tanganmu. Maka pertimbangkanlah apa yang akan
engkau perintahkan.” (33) Dia (Balqis) berkata, “Sesungguhnya apabila para raja
menaklukkan suatu negeri, mereka tentu akan membinasakannya dan menjadikan
penduduknya yang mulia menjadi hina, dan demikian pula yang akan mereka
perbuat. (34) Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan
membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para
utusan itu.” (35) – (An-Naml: 29-35)

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى
رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ
وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ * وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا
لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا
رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Apa saja (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu
adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi
Allah itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan hanya bertawakkal
kepada Tuhan mereka,  (36) dan juga
(bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji,
dan apabila mereka marah segera memberikan maaf, (37) dan (bagi) orang-orang
yang memenuhi seruan Tuhan dan menegakkan shalat, sedang urusan mereka
(diputuskan) dengan jalan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan
sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka. (38) – (Q.S
As-Syura: 36-38)

Itulah beberapa contoh musyawarah yang diabadikan dalam
sejumlah ayat alquran. Semoga beberapa ayat alquran tentang musyawah tersebut
bisa menjadi gambaran tentang pentingnya memutuskan suatu perkara dengan jalan
bermusyawarah.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Musyawarah Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.