Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Puasa

102 views

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Puasa

Ayat alquran tentang puasa – Puasa merupakan kewajiban bagi
setiap muslim dan termasuk ke dalam salah satu dari lima rukun islam. Berbeda
dengan ibadah-ibadah yang lain dalam ajaran islam, ibadah puasa ini memiliki
keistimewaan atau kekhususan tersendiri. “Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku
sendiri yang akan membalasnya”
, Begitulah penegasan Allah SWT tentang
besarnya pahala bagi orang yang menjalankan puasa sebagaimana disampaikan oleh
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis qudsi.

Puasa yang dilakukan dengan menahan lapar, dahaga, serta
perkara-perkara yang membatalkan puasa selama seharian penuh memberikan
pelajaran moral yang sangat  berharga. Di
antaranya, puasa mendidik kita untuk bisa mengelola hawa nafsu dan
mengarahkannya ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Puasa juga mengajak kita
untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, di mana kita ikut merasakan
penderitaan kaum fakir miskin dalam menahan rasa lapar dan dahaga.
Selain itu, puasa juga melatih kita untuk senantiasa menjaga
diri dari segala bentuk kemaksiatan, baik maksiat berupa perkataan maupun
perbuatan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memberi peringatan agar jangan
sampai ibadah puasa yang kita jalankan sia-sia, “Betapa banyak orang yang
berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali hanya rasa
lapar dan dahaga.” (HR. At-Thabrani)
. Karena sesungguhnya puasa itu bukan
sekedar menahan diri dari kebutuhan biologis, tetapi diharapkan seluruh anggota
badan yang lainnya juga ikut “berpuasa” dari segala bentuk dosa dan
kemaksiatan yang bisa merusak nilai ibadah puasa. Dan masih banyak lagi
nilai-nilai pendidikan dari ibadah puasa.

ayat alquran tentang puasa

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Puasa

Ada beberapa ayat alquran tentang puasa yang tersebar di
beberapa surat. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang puasa yang
membicarakan tentang kewajiban hukum puasa serta beberapa petunjuk pelaksanaan
yang berkaitan dengan ibadah puasa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا
مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ
أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ
خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
* شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ
مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ
كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ
بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا
اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ * وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي
عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا
لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ * أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ
الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ
اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا
عَنْكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا
حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ
الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ
عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ
اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(183) (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit
atau sedang berada dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib
mengganti) sebanyak hari (yang dia tinggalkan) pada hari-hari yang lain. Dan
bagi orang-orang yang berat menjalankannya, maka wajib baginya membayar fidyah,
yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati
mengerjakan kebaikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik
bagimu jika kamu mengetahui. (184) Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya
diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu serta sebagai pembeda (antara yang benar dan yang batil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan
barangsiapa sakit atau sedang berada dalam perjalanan (kemudian dia tidak
berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada
hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu
bersyukur. (185) Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad)
tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi
(perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (186)
Dihalalkan bagimu bercampur dengan istrimu pada malam hari puasa. Mereka adalah
pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa
kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima taubatmu dan
memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah
Allah tetapkan bagimu. Makan dan minumlah hingga nampak jelas bagimu
(perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian
sempurnakanlah puasa hingga (datang) malam. Tetapi jangan kamu mencampuri
mereka ketika kamu beriktikaf di dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka
janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada
manusia agar mereka bertakwa. (187) – (Q.S Al-Baqarah: 183-187)

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ
أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى
يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ
رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ
تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ
يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ
عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.
Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah
didapat, dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum hadyu itu sampai di
tempat penyembelihannya. Jika di antara kamu ada yang sakit atau ada gangguan
di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajib baginya membayar fidyah, yaitu
dengan berpuasa, bersedekah atau berkurban. Jika kamu dalam keadaan aman, maka
barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang
mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib mengganti)
dengan berpuasa tiga hari pada waktu haji dan tujuh (hari) setelah kamu
kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Ketentuan yang demikian itu, bagi orang
yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah
kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya. – (Q.S
Al-Baqarah: 196)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا
خَطَأً وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ
إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ
وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ
فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ وَكَانَ
اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dan tidaklah patut bagi seorang beriman membunuh seorang
beriman (yang lain), kecuali karena tidak sengaja. Barangsiapa membunuh seorang
yang beriman karena tidak sengaja, maka hendaklah dia memerdekakan seorang
hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada
keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga si terbunuh)
membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu,
padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba
sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada
perjanjian (damai) antara kamu dengan mereka, maka (hendaklah si pembunuh)
membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta
memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak mendapatkan (hamba
sahaya), maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut
sebagai bentuk taubat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana. – (Q.S An-Nisa: 92)

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ
وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ
مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ
رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ
إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ
لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang
tidak disengaja, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu
sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh
orang miskin, yaitu berupa makanan yang biasa kamu berikan untuk keluargamu,
atau memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang hamba sahaya.
Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (menggantinya) dengan berpuasa tiga
hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah
sumpahmu. Demikianlah Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu
bersyukur. – (Q.S Al-Maidah: 89)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ
وَأَنْتُمْ حُرُمٌ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ
مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ
كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ
عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ وَاللَّهُ عَزِيزٌ
ذُو انْتِقَامٍ

Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu membunuh
hewan buruan ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barangsiapa di antara
kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan
ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang
yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Ka‘bah, atau kafarat
(membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin, atau
berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan
akibat buruk dari perbuatannya itu. Allah telah memaafkan apa yang telah
berlalu. Dan barangsiapa kembali melakukannya, niscaya Allah akan menyiksanya.
Dan Allah Maha Perkasa lagi memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa. – (Q.S Al-Maidah:
95)

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ
مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ
الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau
melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa
untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun
pada hari ini.” – (Q.S Maryam: 26)

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ
وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ
وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ
وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ
لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan
perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya,
laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah,
laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara
kehormatannya, serta laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,
Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka. – (Q.S
Al-Ahzab: 35)

وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ
لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ذَلِكُمْ تُوعَظُونَ
بِهِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ * فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ
مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ
سِتِّينَ مِسْكِينًا ذَلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ
وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan orang-orang yang menzihar istrinya, kemudian mereka
menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (wajib bagi mereka)
memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah
yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
(3) Barangsiapa tidak menemukan (hamba sahaya), maka (wajib baginya) berpuasa
dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak
mampu, maka (wajib baginya) memberi makan enam puluh orang miskin. Yang
demikian itu agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Demikianlah
hukum-hukum Allah, dan adzab yang sangat pedih bagi orang-orang yang
mengingkarinya. (4) – (Q.S Al-Mujadalah: 3-4)

Itulah beberapa ayat alquran tentang puasa yang semoga bisa
menambah wawasan kita tentang bagaimana alquran berbicara soal masalah puasa.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Puasa Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.