Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Tolong Menolong Dalam Kebaikan dan Taqwa

158 views

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Tolong Menolong Dalam Kebaikan dan Taqwa

Ayat Alquran Tentang Tolong Menolong dalam Kebaikan dan Taqwa
– Tolong menolong atau dalam istilah agama disebut ta’awun adalah upaya untuk
saling membantu, saling bersinergi antara satu pihak dengan pihak yang lain.
Maka kemungkinannya bisa jadi positif dan juga negatif. Dikatakan positif jika
tolong menolong dilakukan dalam hal kebaikan, dan negatif jika tolong menolong
tersebut dilakukan dalam hal kemaksiatan. Dalam ajaran islam, perintah tolong
menolong diarahkan dalam konteks yang positif, yakni dalam urusan kebaikan dan
ketakwaan.

Sejarah telah membuktikan bagaimana sebuah masyarakat madani
di Madinah terbentuk berkat ukhuwah (rasa persaudaraan) serta saling tolong
menolong dalam kebaikan dan ketakwaan yang terjalin antara kelompok Muhajirin
dan Anshar. Seperti inilah tolong menolong yang sejalan dengan tujuan dasar islam,
yaitu dalam rangka untuk memupuk nilai-nilai positif dan akhlak terpuji pada
diri setiap insan Muslim.
Termasuk tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan adalah
mencegah saudara muslim yang lain dari perbuatan dosa dan maksiat. Dalam sebuah
hadis, Rasulullah pernah berpesan kepada para sahabat untuk menolong saudaranya
yang mendzalimi dan yang terdzalimi. Ketika para sahabat bertanya tentang
bagaimana menolong seseorang yang berbuat dzalim, Rasulullah kemudian
menjelaskan bahwa cara menolongnya ialah dengan Mencegahnya dari terus
melakukan kedzaliman itu.

Ayat Alquran Tentang Tolong Menolong Dalam Kebaikan dan Taqwa

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Tolong Menolong dalam
Kebaikan dan Ketakwaan

Sikap saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan
adalah suatu hal yang sangat mulia. Sejumlah ayat dalam alquran juga telah
menyebutkan secara tegas tentang perintah ini. Berikut ini beberapa ayat
alquran tentang tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan yang penting untuk
kita ketahui, sebagai penegasan bahwa kebiasaan tolong menolong dalam konteks
kebaikan dan ketakwaan merupakan bagian dari ajaran islam yang mulia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ
اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ
الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ
فَاصْطَادُوا وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا
عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan
haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (hewan-hewan
kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang
mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhannya.
Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu.
Jangan sampai kebencianmu terhadap suatu kaum karena mereka
menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas
(terhadap mereka). Dan saling tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan
kebajikan dan takwa, dan jangan saling tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan
permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat
siksaan-Nya. – (Q.S Al-Maidah: 2)

قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي
بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا * آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى
إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ
آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا

Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan
Tuhanku kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan
kekuatan agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.
(95) Berilah aku potongan-potongan besi,” Hingga ketika potongan besi itu telah
terpasang sama rata dengan kedua puncak gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata,
“Tiuplah (api itu)!” Hingga ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti)
api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke
atasnya (besi panas itu).” (96). – (Q.S Al-Kahfi: 95-96)

قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ
أَنْ يَقْتُلُونِ * وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِيَ
رِدْءًا يُصَدِّقُنِي إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ * قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ
بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَانًا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا بِآيَاتِنَا
أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah
membunuh salah seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan
membunuhku. (33) Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,
maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantu untuk membenarkan (perkataan)ku.
Sesungguhnya, aku takut mereka akan mendustakanku.” (34) Dia (Allah) berfirman,
“Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan
kepada kamu berdua kekuasaan yang besar, sehingga mereka tidak akan dapat
mencapaimu. (Berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu
berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan meraih kemenangan.” (35) – (Q.S
Al-Qashas: 33-35)

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ
عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا
مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ
مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ
فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ
بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ
مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama
dengannya bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang
terhadap sesama mereka. Kamu melihat mereka senantiasa rukuk dan sujud mencari
karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas
sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam kitab Taurat dan
Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu
tumbuh semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya.
Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).
Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman
dan mengerjakan kebajikan di antara mereka. – (Q.S Al-Fath: 29)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ
أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu
damaikanlah antara saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah
agar kamu mendapat rahmat. – (Q.S Al-Hujurat: 10)

Itulah beberapa ayat alquran tentang saling tolong menolong
dalam kebaikan dan ketakwaan yang tersebar dalam sejumlah surat. Semoga bisa
menjadi motivasi bagi kita untuk membiasakan diri menolong terhadap sesama.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Tolong Menolong Dalam Kebaikan dan Taqwa Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.