Taubatmu Membuat Allah Gembira

32 views

Blog Kata2 Taubatmu Membuat Allah Gembira

Allah gembira dengan taubat hambanya

Allah begitu gembira ketika melihat ada hamba-Nya yang
bertaubat. Kegembiraan itu bahkan digambarkan melebihi gembiranya seorang
musafir yang putus asa setelah kehilangan tunggangannya di tengah gurun, lalu
musafir itu tiba-tiba menemukan kembali tunggangannya di saat sudah putus asa
dan hampir kehilangan harapan.
Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, pembantu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam
bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ
سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ
“Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya
melebihi salah seorang dari kalian yang mendapatkan hewan tunggangannya yang
telah hilang di padang yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309)
Juga dalam riwayat Muslim disebutkan,
لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ
يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ فَانْفَلَتَتْ
مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ
فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا
قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ
أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ
“Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya
melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di
sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di
atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk
menemukannya kembali. kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat
itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun
segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata; ‘Ya Allah Engkau hambaku dan
aku ini Tuhan-Mu.’ Dia telah salah berdo’a karena terlalu senang.” (HR. Muslim
no. 2747).
Anas bin Malik radliallahu ‘anhu adalah sahabat
sekaligus pembantu pribadi Rasulullah. Ketika Rasulullah memasuki kota Madinah,
Ibunda Anas bin Malik membawanya kepada Rasulullah dan menawarkannya untuk
melayani beliau. Rasulullah kemudian dengan senang hati menerima sosok Anas bin
Malik sebagai salah satu pembantu beliau.
Dalam hadis di atas, Anas bin Malik menyebutkan bahwa
Rasulullah menyampaikan tentang betapa gembiranya Allah melihat hamba-Nya yang
bertaubat, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali tunggangannya
yang hilang.
Orang dalam hadis tersebut digambarkan oleh Rasulullah
sebagai seorang musafir yang kehilangan unta yang menjadi tunggangannya selama
perjalanan. Akhirnya, ia pun terjebak di tengah gurun, tanpa perbekalan makan
dan minum, serta tidak ada satu orang pun di sekelilingnya yang bisa dimintai
pertolongan. Dengan penuh keputusasaan, ia kemudian berteduh di bawah pohon
sambil menunggu ajal menjemputnya, karena seluruh perbekalan yang ia miliki
sudah hilang bersama dengan untanya.
Dalam kondisi sudah hampir kehilangan harapan seperti itu,
tiba-tiba untanya yang hilang tadi muncul tepat di samping pohon tempat ia
berteduh. Dengan perasaan gembira, ia kemudian segera mengikatkan untanya ke
pohon.
Bayangkan betapa bahagianya orang ini, ia menemukan kembali
harapan hidup setelah hampir mati kelaparan dan kehausan di tengah gurun. Ini
adalah puncak kebahagiaan seseorang yang sulit dibandingkan dengan kebahagiaan
lain. Saking gembiranya, ia bahkan sampai salah mengekspresikan kebahagiaan
dengan ucapan,
اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ
“Ya Allah.. Engkaulah hambaku, dan akulah
Tuhanmu.”
Sebenarnya ia bermaksud memuji Allah dengan ucapan,
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ
“Ya Allah.. Engkaulah Tuhanku, dan akulah
hamba-Mu.”
Hanya saja karena kebahagiaan yang begitu membuncah
membuatnya salah mengucap kalimat, sehingga tertukar posisi kata Tuhan dan
hamba. Kesalahan seperti ini sangat mungkin terjadi pada seseorang yang
merasakan kegembiraan begitu besar. Maka ucapannya itu tidak dihukumi dosa,
karena ia tidak bermaksud demikian.
Bahagianya Allah Melihat Hamba yang Bertaubat
Kegembiraan yang digambarkan oleh Rasulullah dalam hadis di
atas merupakan salah satu puncak kebahagiaan tertinggi yang dirasakan
seseorang. Dan ternyata kegembiraan Allah terhadap hamba-Nya yang bertaubat
jauh lebih besar daripada itu. Yang demikian itu bukan karena Allah butuh
dengan amal dan taubat kita, karena Allah yang Maha Kaya tidak membutuhkan
apapun dari makhluk-Nya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى
اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah. dan
Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS.
Fathir: 15)

Semua itu semata-mata karena keluasan rahmat Allah terhadap
hamba-Nya dan Allah lebih menyukai memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang
benar-benar tulus ingin bertaubat.

Itulah postingan yang berjudul Taubatmu Membuat Allah Gembira Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.